Ilmu Fisika Pada Gerakan Balet
Ketika kita melihat seorang balerina sedang menari, seringkali kita
berdecak kagum akan keindahan tariannya. Tapi tahukah anda, ternyata
balet merupakan salah satu tarian yang menerapkan ilmu fisika dalam
gerakannya.
Ini dia ilmu fisikanya,
Sebagian besar gerakan tarian balet menerapkan hukum kelembaman.
Gerakan-gerakan ini antara lain diam seimbang, bergerak, melompat, dan
berputar. Untuk lebih memperjelas penerapan hukum kelembaman pada
gerakan balet, pada seminar itu didatangkan seorang balerina yang
memeragakan tarian balet.
Diam Seimbang
Seorang balerina memulai tariannya dengan berjinjit seimbang di atas
satu kaki, kaki yang lain terangkat ke belakang, dan tangan terangkat ke
atas. Menurut hukum keseimbangan, posisi berdiri di atas daerah kecil
bisa tercapai jika pusat berat balerina tepat di atas titik tumpunya.
Tetapi ketika posisi pusat berat balerina menyimpang dari posisi
seimbang, maka gaya gravitasi akan membuat balerina terpelanting dalam
waktu yang relatif singkat.
Bergerak
Setelah melakukan gerak diam seimbang, seorang balerina akan bergerak.
Ketika balerina bergerak maju, yang ia lakukan adalah menekan lantai
dengan kakinya ke arah belakang. Pada saat mendapat tekanan, lantai
bereaksi dan mendorong kaki balerina dengan gaya yang sama besar ke arah
depan sehingga balerina bergerak maju. Makin keras kaki balerina
menekan lantai, makin cepat balerina bergerak maju. Konsep ini juga kita
gunakan pada waktu berjalan. Ketika penari sedang bergerak ke depan,
bisakah ia membelok atau bergerak melingkar? Menurut Newton, benda yang
bergerak lurus akan membelok jika ada gaya ke samping. Bagaimana
memperoleh gaya ke samping? Seorang balerina mengetahui cara memperoleh
gaya ke samping. Ketika balerina akan membelok ke kanan, kakinya akan
menekan lantai ke kiri. Lantai akan memberikan reaksi dan menekan
balerina ke kanan sehingga lintasannya berbelok ke kanan. Makin keras
balerina menekan lantai, makin tajam belokannya.
Melompat
Untuk melakukan gerak melompat, balerina menekan kakinya pada lantai
secara vertikal. Dengan memberikan tekanan pada lantai, lantai
memberikan reaksi dengan mendorong kaki balerina ke atas. Jika ingin
mendapatkan lompatan yang lebih tinggi, maka pada saat melompat lututnya
ditekuk. Di sini tekukan lutut bertindak seperti pegas yang tertekan,
siap melontarkan benda yang menekannya.
Berputar
Untuk melakukan gerak berputar, balerina menggerakkan ujung sepatu depan
dan belakang ke samping berlawanan. Lantai akan memberikan reaksi
dengan memberikan gaya yang berlawanan pada kedua ujung sepatu. Ketika
sudah berputar, balerina dapat mengatur kecepatan putarnya dengan
mengatur besar momen kelembamannya. Momen kelembamannya merupakan
kecenderungan benda untuk mempertahankan posisinya untuk tidak ikut
berputar.
sumber: http://fhannum.wordpress.com/2012/11/16/penerapan-fisika-pada-gerakan-balet/#more-235